11.17.2012
Mohon Maaf
12.25.2011
l Try Learning From Everything
I have received my odd semester Rapor Book. I didn’t know why it was felt different of me on this semester. I hadn’t a little nerveous feeling. Maybe, i had learned much from the previous. .I had got angry to myself in the past. You know i have promised to myself in looking forward for my future I have woken up , tried to be patience and sincere person. Then, the result is --------> Alhamdulillahirrobbil’alamin. Allah always hears what His creatures prayed for. Though I ain’t THE ONE (it’s just like the name of Afgansyah Reza 2nd Album.Hehe) , but I think i am the best of my myself,my family and I had done my best to Allah swt. i am so sure that it is the result of my working hard, my friend’s knowledge that we have shared each other, and valuable lessons i have learned from everyone around me. And my purpose i wrote this note is i want to sahre you that so many people around me give me some motivation indirectly, give me strengthen, give me reflection their habbit, their experiences and so on that i had to think it carefully whether it had been good or bad for me. Let me decribe them. Here I go:
1. saya belajar dari Chandra ,selaku peraih ranking pertama di kelas, bahwa dalam meraih prestasi, kita harus sabar. Meski kita jujur di saat orang lain tidak jujur, kita harus tetap berada pada pendirian, berjalan pada jalan dan benar serta percaya, niscaya God will do the rest. Congrats buat chandra.:)
2. saya belajar dari Romi ,selaku peraih ranking kedua di kelas, bahwa dalam hidup saya harus memiliki target dan pengalaman. Dalam meraih target itu saya harus sabar dan pantang menyerah. Romi sering dan banyak sekali mengikuti lomba, sekalipun belum berhasil, tak ada kata menyerah darinya. Dan baru-baru ini, romi memenangkan lomba LKTI yang diadakan oleh fakultas kedokteran unair, Alhamdulillah :) . Congrats buat romi.
3. saya belajar dari Khonsa’, selaku peraih ranking ketiga, bahwa doa sangat berpengaruh terhadap keberhasilan. Keseimbangan hubungan antara dunia dan akhirat akan membuat hati tenteram dan damai, sehingga aktivitas yang kita kerjakan akan menjadi lancar dengan bimbingan Allah swt. selain itu, khonsa’ tsabitah mengingatkan kepada saya mengenai kata-kata bu Dora ,” meraih itu lebih mudah daripada mempertahankan”.
4. saya belajar dari Retno, Amalia, Ditta, bahwa bersyukur dan ikhlas sangat diperlukan untuk meraih ridha Allah swt. setiap apapun hasil yang kita peroleh, entah memuaskan atau tidak, tapi kita harus percaya bahwa itulah hadiah terindah dan terbaik yang diberikan Allah swt. hal positif inilah yg mereka ajarkan kepada saya.
5. saya belajar dari Naya dan Rossita, bahwa keegoisan tidak akan memberikan hasil yang baik. Hubungan kekerabatan antarsesama akan mengantarkan kita pada sebuah keberhasilan yang haqiqi. Selain itu, saya belajar bahwa kesombongan justru tidak akan membawa kita kepada keberhasilan. Kita harus tahu bahwa masih banyak orang yang lebih hebat daripada kita, serta kita tidak pantas sombong, karena semata-mata kita hanya manusia yang lemah dan tak berdaya. hal positif inilah yg secara tak langsung mereka contohkan kepada saya.
6. secara tdk langsung saya belajar dari Rahadian, bahwa kita tidak diperkenankan merasa tidak rela terhadap nikmat yang Allah berikan kepada orang lain. Jika orang lain diberi nikmat yang lebih besar oleh Allah, kita harus tetap mensyukurinya sekalipun orang itu memperolehnya dengan cara yang tidak diradhai Allah. Selain itu, saya belajar darinya bahwa kesombongan itu tidak diperlukan dalam hidup. Kesombongan hanya akan menjerembabkan kita pada jurang kehidupan yang sangat curam dan dalam.hal positif itulah yg rahadian contohkan kepada saya.
7. saya belajar dari desak dan krida dimana mereka memiliki nilai jumlah yang sama dengan saya, bahwa kita harus menjadi orang yang tawadu’. Bersikap biasa saja di segala hal, tak usah berlebih-lebihan. Selain itu, saya belajar dari mereka bahwa kita harus konsisten dan tegas dalam membuat keputusan (ex: pilih PTN -_-). dan mereka berdualah yg selalu mengingatkan saya di saat saya lebay. haha
8. saya belajar dari beberapa teman-teman saya yang membuat saya marah semester kemarin, bahwa terkadang keberuntungan akan memihak kita. Tetapi kita harus ingat, tak ada yang dapat dibanggakan dari sebuah keberuntungan yang statis.
9. Saya belajar dari seluruh teman-teman XII IPA 6 bahwa dalam persaingan yg ketat,kita masih harus ingat bahwa lawan kita adalah kawan kita. haha
10. saya belajar dari teman baik saya Adi Kuncoro (akrab dipanggil Dikun) bahwa terkadang kita harus berusaha merelakan sesuatu hal yang pergi dari kita dan pergi untuk orang lain sekalipun itu sangat berat. Kita harus percaya bahwa sesuatu yang pergi itu nantinya akan diganti dengan suatu hal yang jauh lebih indah dari Allah. Selain itu teman saya ini mengajarkan saya secara tidak langsung, bahwa seburuk-buruknya metode pengajaran guru,tetaplah guru itu memiliki peran besar terhadap keberhasilan kita nantinya.
11. saya belajar dari sosok sumber inspirasi saya, Afgansyah Reza, bahwa cerita cinta akan selalu mengorbit di sekitar hidup kita. Tetapi kita harus tahu bahwa cinta itu tidak buta, melainkan melumpuhkan logika --mario teguh--. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dengan cinta. (Maklum, saya baru saja patah hati karena seorang wanita.hehe). beliau juga mengajarkanku bahwa motivasi serta tekad yang kuat merupakan modal utama meraih kesuksesan. Selain itu, sosok Afgan yang selalu menghargai semua fansnya (sekalipun orang 4L4y), membuat saya belajar bahwa kita tidak diperkenankan hanya melihat sesuatu dengan dasar ‘sebagian besar’, karena justru detail-detail kecil itulah yang membuat sesuatu yang kecil menjadi besar,dan sesuatu yang besar menjadi sangat besar.
12. saya belajar dari orang tua, dari diri saya sendiri dan pihak-pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu bahwa kita sebagai manusia yang notabene adalah makhluk sosial dan religius dituntut untuk membina persaudaraan sesama manusia dengan kuat. Dalam meraih keberhasilan, kita tidak sendiri. Banyak pihak-pihak yang turut berperan bahkan campur tangan. Terlalu munafik bagi saya jika saya mengatakan ,”semua itu hasil kerja keras saya.” Sesungguhnya di balik semua untaian nilai yang terpampang di rapor, banyak sekali campur tangan pihak lain, khususnya keluarga, teman-teman dan pastinya Allah swt. teman-teman saya yang mengajarkan saya banyak hal tentang pelajarn, tentang arti hidup serta tentang bagaimana cara menyikapi hidup. An huge of “thank you so much” i present to all of my friend at Innocent (XII IPA 6) who always love, care and confess me as their friend. Thank’s of being such good place to share everything and anything for me. Thank’s for 1,5 year we had spent together. Now, our time is very, very, very limited. Not until 6 months we’ll be separated away by the time of our life. We’ll continue our studying as possible as we can in our new place. We’ll be college student. I hope and wish so much, that we’ll get the best university of us, nobody of us will be left behind. I believe, Allah always cares what we prayed for. InsyaAllah.
Guys, in this seconds when you read this, i’ll say ,”Let us employ and through this limited time by togetherness, laughing, loving each other (not as a couple guy -_-), sharing about lessons and more more more benefit moment. I hope there would be no fighting, complicated problems, and enemies between us.” Ameen
Thank You Guys, XII SCIENCE 6.
1. saya belajar dari Chandra ,selaku peraih ranking pertama di kelas, bahwa dalam meraih prestasi, kita harus sabar. Meski kita jujur di saat orang lain tidak jujur, kita harus tetap berada pada pendirian, berjalan pada jalan dan benar serta percaya, niscaya God will do the rest. Congrats buat chandra.:)
2. saya belajar dari Romi ,selaku peraih ranking kedua di kelas, bahwa dalam hidup saya harus memiliki target dan pengalaman. Dalam meraih target itu saya harus sabar dan pantang menyerah. Romi sering dan banyak sekali mengikuti lomba, sekalipun belum berhasil, tak ada kata menyerah darinya. Dan baru-baru ini, romi memenangkan lomba LKTI yang diadakan oleh fakultas kedokteran unair, Alhamdulillah :) . Congrats buat romi.
3. saya belajar dari Khonsa’, selaku peraih ranking ketiga, bahwa doa sangat berpengaruh terhadap keberhasilan. Keseimbangan hubungan antara dunia dan akhirat akan membuat hati tenteram dan damai, sehingga aktivitas yang kita kerjakan akan menjadi lancar dengan bimbingan Allah swt. selain itu, khonsa’ tsabitah mengingatkan kepada saya mengenai kata-kata bu Dora ,” meraih itu lebih mudah daripada mempertahankan”.
4. saya belajar dari Retno, Amalia, Ditta, bahwa bersyukur dan ikhlas sangat diperlukan untuk meraih ridha Allah swt. setiap apapun hasil yang kita peroleh, entah memuaskan atau tidak, tapi kita harus percaya bahwa itulah hadiah terindah dan terbaik yang diberikan Allah swt. hal positif inilah yg mereka ajarkan kepada saya.
5. saya belajar dari Naya dan Rossita, bahwa keegoisan tidak akan memberikan hasil yang baik. Hubungan kekerabatan antarsesama akan mengantarkan kita pada sebuah keberhasilan yang haqiqi. Selain itu, saya belajar bahwa kesombongan justru tidak akan membawa kita kepada keberhasilan. Kita harus tahu bahwa masih banyak orang yang lebih hebat daripada kita, serta kita tidak pantas sombong, karena semata-mata kita hanya manusia yang lemah dan tak berdaya. hal positif inilah yg secara tak langsung mereka contohkan kepada saya.
6. secara tdk langsung saya belajar dari Rahadian, bahwa kita tidak diperkenankan merasa tidak rela terhadap nikmat yang Allah berikan kepada orang lain. Jika orang lain diberi nikmat yang lebih besar oleh Allah, kita harus tetap mensyukurinya sekalipun orang itu memperolehnya dengan cara yang tidak diradhai Allah. Selain itu, saya belajar darinya bahwa kesombongan itu tidak diperlukan dalam hidup. Kesombongan hanya akan menjerembabkan kita pada jurang kehidupan yang sangat curam dan dalam.hal positif itulah yg rahadian contohkan kepada saya.
7. saya belajar dari desak dan krida dimana mereka memiliki nilai jumlah yang sama dengan saya, bahwa kita harus menjadi orang yang tawadu’. Bersikap biasa saja di segala hal, tak usah berlebih-lebihan. Selain itu, saya belajar dari mereka bahwa kita harus konsisten dan tegas dalam membuat keputusan (ex: pilih PTN -_-). dan mereka berdualah yg selalu mengingatkan saya di saat saya lebay. haha
8. saya belajar dari beberapa teman-teman saya yang membuat saya marah semester kemarin, bahwa terkadang keberuntungan akan memihak kita. Tetapi kita harus ingat, tak ada yang dapat dibanggakan dari sebuah keberuntungan yang statis.
9. Saya belajar dari seluruh teman-teman XII IPA 6 bahwa dalam persaingan yg ketat,kita masih harus ingat bahwa lawan kita adalah kawan kita. haha
10. saya belajar dari teman baik saya Adi Kuncoro (akrab dipanggil Dikun) bahwa terkadang kita harus berusaha merelakan sesuatu hal yang pergi dari kita dan pergi untuk orang lain sekalipun itu sangat berat. Kita harus percaya bahwa sesuatu yang pergi itu nantinya akan diganti dengan suatu hal yang jauh lebih indah dari Allah. Selain itu teman saya ini mengajarkan saya secara tidak langsung, bahwa seburuk-buruknya metode pengajaran guru,tetaplah guru itu memiliki peran besar terhadap keberhasilan kita nantinya.
11. saya belajar dari sosok sumber inspirasi saya, Afgansyah Reza, bahwa cerita cinta akan selalu mengorbit di sekitar hidup kita. Tetapi kita harus tahu bahwa cinta itu tidak buta, melainkan melumpuhkan logika --mario teguh--. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dengan cinta. (Maklum, saya baru saja patah hati karena seorang wanita.hehe). beliau juga mengajarkanku bahwa motivasi serta tekad yang kuat merupakan modal utama meraih kesuksesan. Selain itu, sosok Afgan yang selalu menghargai semua fansnya (sekalipun orang 4L4y), membuat saya belajar bahwa kita tidak diperkenankan hanya melihat sesuatu dengan dasar ‘sebagian besar’, karena justru detail-detail kecil itulah yang membuat sesuatu yang kecil menjadi besar,dan sesuatu yang besar menjadi sangat besar.
12. saya belajar dari orang tua, dari diri saya sendiri dan pihak-pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu bahwa kita sebagai manusia yang notabene adalah makhluk sosial dan religius dituntut untuk membina persaudaraan sesama manusia dengan kuat. Dalam meraih keberhasilan, kita tidak sendiri. Banyak pihak-pihak yang turut berperan bahkan campur tangan. Terlalu munafik bagi saya jika saya mengatakan ,”semua itu hasil kerja keras saya.” Sesungguhnya di balik semua untaian nilai yang terpampang di rapor, banyak sekali campur tangan pihak lain, khususnya keluarga, teman-teman dan pastinya Allah swt. teman-teman saya yang mengajarkan saya banyak hal tentang pelajarn, tentang arti hidup serta tentang bagaimana cara menyikapi hidup. An huge of “thank you so much” i present to all of my friend at Innocent (XII IPA 6) who always love, care and confess me as their friend. Thank’s of being such good place to share everything and anything for me. Thank’s for 1,5 year we had spent together. Now, our time is very, very, very limited. Not until 6 months we’ll be separated away by the time of our life. We’ll continue our studying as possible as we can in our new place. We’ll be college student. I hope and wish so much, that we’ll get the best university of us, nobody of us will be left behind. I believe, Allah always cares what we prayed for. InsyaAllah.
Guys, in this seconds when you read this, i’ll say ,”Let us employ and through this limited time by togetherness, laughing, loving each other (not as a couple guy -_-), sharing about lessons and more more more benefit moment. I hope there would be no fighting, complicated problems, and enemies between us.” Ameen
Thank You Guys, XII SCIENCE 6.
Subscribe to:
Comments (Atom)
